Selasa, 26 Mei 2015

DIANA RIKASARI

Di antara pecinta mode Indonesia, nama Diana Rikasari tentunya sudah tak asing didengar. Wanita yang namanya kian dikenal sebagai fashion blogger http://dianarikasari.blogspot.com/ memiliki cita rasa gaya yang unik, kini memperkuat citra diri sebagai seorang pengusaha muda sukses. 

Image result for diana rikasari Image result for diana rikasariImage result for diana rikasari


Analisa yang saya dapatkan dari sosok Diana Rikasari dalam " Be Tags : Transparant, Authentic, Genuine, Sincere" 

  • Transparant (jelas) : sosok Diana Rikasari memiliki kesan yang transparant dalam segala sesuatu yang dia post atau share dalam semua akun pribadinya terlihat bahwa dia adalah seorang fashion blogger yang juga CEO PT. Bitdas. Usahanya ini bergerak di bidang fashion khususnya line sepatu bernama UP. Atas usahanya ini ia dianugerahi Indonesia's 100 Most Influential Youth, Women, Netizen (YWN) of 2011 oleh The Marketeers & Markplus Inc., dan memenangkan The International Young Creative Entrepreneur (IYCE) 2012 Award yang diselenggarakan oleh British Council.  Perempuan 30 tahun ini telah menjadi seorang ibu dari Shahmeer, yang berusia satu tahun. Tapi ia tak kehilangan selera fashionnya yang unik. Walaupun sudah punya anak, Diana tetap modis seperti dulu.

  • Authentic (ciri khas)  :  ciri khas yang di miliki oleh Diana adalah dengan konsep dan gaya fashion unik, beda, dan segar. dari ciri khas tersebut seringkali dirinya disebut sebagai trendsetter, dan Gaya penulisan Diana di blog-nya pun menjadi ciri khas dirinya yang memang memancing daya tarik tersendiri. Isu fashion banyak digemari, namun bukan hanya itu yang bikin blog Diana menarik banyak pembaca. Cara bertutur khas blogger yang mudah dicerna juga membuat pembaca betah berlama-lama menyimak fashion diary-nya.

  • Genuine (asli atau tidak)  :  keaslian dari segala postingan yang di share oleh Diana Rikasari adalah jelas keasliannya terlihat bahwa dalam Blog yang di posting oleh Beliau, ia selalu menjelaskan asal mula bagaimana segala bisnis dan ketertarikan dalam menulis Blog tersebut dijelaskan dengan jelas oleh Diana. Perempuan kelahiran 23 Desember 1984 ini mengaku tak menjadikan blogger sebagai profesinya. Blog, kata Diana, memfasilitasinya untuk menunjukkan konsep fashion kreasinya. Rupanya, ide fashion segar ala Diana diterima sebagai alternatif dalam bergaya atau berpenampilan. Kini, nama Diana sebagai fashion blogger semakin populer. Gaya fashion-nya diapresiasi oleh individu, bahkan industri. Diana berhasil mewujudkan mimpinya menjadi fashion stylish yang memberi inspirasi. Keberanian dan ekspresi uniknya di blog telah berhasil membawanya pada berbagai kesempatan berkarya di industri.

  • Sincere (tulus)  : nampak ketulusan yang diberikan Diana dalam postingan yang ia share dalam Blog pribadinya bahwa Brand sepatu " UP" yang ia kelola saat ini punya misi sosial bernama Level UP Scholarship Program, di mana UP menyisihkan Rp5.000 untuk setiap pasang sepatu yang terjual. Setelah terkumpul, dananya digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak SD kurang mampu. Hingga kini, UP mampu membiayai lebih dari 400 siswa SD dari berbagai kota di Indonesia secara kontinyu per tahun, minimal sampai lulus SMP. Program ini dilakukan sejak 2011.

Selasa, 12 Mei 2015

AGENT OF CHANGE

agent of change memiliki sebuah pengertian yaitu adanya suatu perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilaisikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. 

Image result for sosok ridwan kamil 

Nama Lengkap : Mochamad Ridwan Kamil, ST. MUD.

Tempat & Tanggal LahirBandung, 4 Oktober 1971

Kebangsaan Indonesia

IstriAtalia Praratya Kamil

ProfesiArsitek

AgamaIslam

Siapa yang tak kenal ridwan kamil. Masyarakat bandung menyebutnya kang emil. Beliau adalah walikota bandung yang terpilih lewat pemilihan umum tahun 2013 lalu. Biografi Ridwan Kamil terkenal berkat kepemimpinannya di kota bandung yang banyak membawa perubahan bagi masyarakat bandung. Ridwan kamil lahir di bandung tahun 1971 tepatnya tanggal 4 oktober. Belia menempuh pendidikan sarjananya di ITB jurusan teknik arsitektur. Kang emil merupakan putra dari Dr. Atje Misbach, S.H (alm.). dia maju sebagai walikota bandung dengan menggaet partai gerinda dan PKS.

sosok Ridwan Kamil adalah salah satu yang dapat dikatakan sebagai tokoh yang inspiratif dan dapat dijadikan panutan karena Beliau merupakan tokoh yang dari awalnya adalah orang sederhana, lalu tidak punya apa-apa, dan sedikit demi sedikit mulai meraih kehidupan yang layak dengan jatuh – bangun menghadapi kerasnya kehidupan hingga menjadi sesukses seperti sekarang ini. Tentunya banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan sosok Ridwan Kamil, dan hal itu bisa menjadi motivasi untuk meraih masa depan yang cerah. 

sosok Walikota Bandung yang menginspisasi ini dikenal oleh warga Bandung sebagai seorang arsitek lulusan ITB yang melanjutkan studi S2-nya di jurusan Urban Design di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Beliau telah banyak berkarya dalam bidangnya. Museum Tsunami di Aceh adalah salah satunya. Ada juga arsitektur Masjid Al-Irsyad yang sangat indah di pinggiran kota Bandung. Selain itu, beliau pula lah yang menjadi penggerak Bandung Creative Community Forum (BCCF) selama 10 tahun terakhir ini. BCCF sendiri merupakan sebuah wadah anak muda Bandung yang juga telah mengadakan acara-acara berskala besar di Bandung.

Ridwan kamil walikota bandung yang satu ini awalnya terkenal berkat firma arsitektur yang ia dirikan bersama teman temanya yang bernama urbane. Firma ini banyak memenangkan penghargaan arsitektur di indonesia maupun luar negeri. Tak hanya menggarap proyek proyek besar, firma ini juga memiliki proyek komunitas yang menggerakkan komunitas warga bandung untuk berkerja sama. yang terkenal adalah proyek bandung berkebun. Wajar saja jika biografi ridwan kamil berisi banyak prestasi. 

Dari segudang prestasi yang sudah dimiliki oleh Beliau, sosok Ridwan Kamil dapat dikatakan sebagai Agent Of change karena terlihat dari awal mula kepemimpinannya yang selalu mengingat nasihat orangtua untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak dengan begitu Beliau memulai kepemimpinannya berdasarkan hari yang tulus untuk membawa perubahan di sekitarnya. terlihat pula dalam kepemimpinannya telah membawa Masyarakat Bandung sedikit demi sedikit menuju perubahan yang dimana pada awal jabatannya langsung membuat 6 gebrakan unik sebagai berikut:
1. Naik Sepeda ke Kantor
2. Rapat dimulai dengan Indonesia Raya
3. Wajibkan pejabat punya twitter
4. Temui Demonstran
5. Rombak Ruang Kerja
6. Singkirkan Gadget saat rapat

Beliau juga memiliki pesan yang selalu diikutertakan ke manapun dirinya melangkah, yaitu: ‘duit sajuta’, yang berarti, setiap insan wajib memegang teguh duit sajuta yang merupakan singkatan dari Do’a, Usaha, Ikhtiar, Tawakkal, disertai Sabar, Jujur. dan Taqwa. Dalam gaya kepemimpinan tersebut tanpa disadari banyak merubah perilaku masyarakat bandung menjadi lebih baik karena adanya sosok Beliau yang memimpin kota Bandung. 

Dari sosok sederhana itulah kita dapat banyak belajar bahwa Sosok inspiratif dan muda seperti ridwan kamil memang patut untuk di teladani. Di usianya yang masih terbilang muda dia telah menjabat menjadi walikota bandung. Tak hanya itu berbagai prestasi juga telah dia raih. Baik bersama urbane ataupun dia secara pribadi. Dia pernah mendapatkan penghargaan sebagai young leader award dari british council di indonesia. biografi ridwan kamil yang sarat prestasi tentu bisa dijadikan sosok inspiratif bagi generasi muda untuk terus berkarya.

Selasa, 24 Maret 2015

TEORI SISTEM DUNIA

Teori sistem dunia merupakan sebuah pembagian kerja secara teritorial dalam produksi, pertukaran barang dan bahan mentah.  Pembagian kerja mengacu pada kekuatan dan hubungan produksi dalam ekonomi dunia secara keseluruhan. Pembagian kerja ini menyebabkan adanya dua daerah yang saling bergantung, yaitu negara inti dan negara pinggiran. Secara geografi dan budaya kedua negara tersebut sama sekali berbeda, satu fokus pada padat modal dan satu lagi pada padat karya. Sementara itu, negara semi periferi bertindak sebagai zona penyangga antara inti dan pinggiran serta memiliki campuran jenis kegiatan yang ada di negara inti dan periferi.

Teori sistem dunia muncul sebagai kritik atas teori modernisasi dan teori dependensi. Immanuel Wallerstein memandang bahwa dunia adalah sebuah sistem kapitalis yang mencakup seluruh  Negara di dunia tanpa kecuali. Sehingga, integrasi yang terjadi lebih banyak dikarenakan pasar (ekonomi) daripada kepentingan politik. Dimana ada dua atau lebih Negara interdependensi yang saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan seperti food, fuel, and protection. Juga, terdapat satu atau dua persaingan politik untuk mendominasi yang dilakukan untuk menghindari hanya ada satu Negara sentral yang muncul ke permukaan selamanya.



Wallerstein juga menjelaskan strategi bagi terjadinya proses kenaikan kelas, baik proses kenaikan kelas dari pniggiran ke semi pinggiran, dan proses kenaikan kelas dari semi pinggiran ke pusat. Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersbut akan kami uraikan sebagaimana  berikut:

a.      Proses kenaikan kelas dari pniggiran ke semi pinggiran
Menurut Wallerstein melalui kenaikan kelas dari pinggiran ke semi pinggiran dengan menggunakan tiga strategi. Yakni:
1)      Dengan merebut kesempatan yang datang
2)      Melalui undangan
3)      Melalui kebijakan untuk memandirikan negaranya

b.    Proses kenaikan kelas dari semi ke semi pusat


Kunci utama terletak pada kemampuan negara semi pinggiran untuk menciptakan dan menyediakan luas pasar yang dipandang cukup besar (memperlusa pangsa pasar) untuk melegitimasi secara rasional penggunaan teknologi maju. Cara antara lain memperluas pasar domestik dengan jalan memperluas batas wilayah politik, missal mencaplok sebagian atau seluruh wilayah negara tetanganya juga dengan menaikkan harga impor, menurunkan biaya produksi barang dalam negeri, dengan cara mensubsidi atau menurunkan upah tenaga kerja, menaikkan daya beli riil masyarakat dan lain-lain.

A. MODEL TRI KUTUB
Terdapat satu konsep dalam perspektif sistem dunia, yaitu konsep negara semi pinggiran (semi periferi). Dalam konsep ini terkandung ajaran sistem dunia yang menjelaskan berbagai kemungkinan perubahan status relatif satu negara di dalam sistem ekonomi kapitalis dunia. Menurut Wallerstein, dunia terlalu kompleks untuk dijelaskan dengan model dwi kutub, yakni sentral (inti) dan pinggiran (periferi). Banyak negara yang terletak di antara dua posisi tersebut yang tidak dapat dan tidak tepat untuk dikategorikan sebagai negara sentral maupun negara pinggiran. Ada dua alasan utama mengapa sistem ekonomi kapitalis dunia yang ada sekarang ini memerlukan kategori semi pinggiran. Pertama, polarisasi sistem dunia yang menjadi dua kutub, dengan hanya sedikit yang memiliki status tinggi dan harus berhadapan dengan amat banyak yang memiliki status rendah, akan mudah menyebabkan disintegrasinya sistem dunia. 
Oleh karena itu, perlu diciptakan kategori menengah untuk menghindari krisis tersebut. Kedua, untuk membantu pembentukan iklim dan daerah ekonomis baru yang diperlukan oleh para pemilik modal untuk memindahkan modalnya dari tempat yang sudah tidak efisien lagi ke tempat baru yang sedang tumbuh. Tempat baru ini yang disebut Wallerstein sebagai negara semi pinggiran. Bagi Wallerstein, negara semi pinggiran memiliki dua karakteristik pokok. Pertama, negara tersebut memiliki posisi tawar-menawar perdagangan yang berbeda dengan negara pinggiran. Pertukaran barang yang terjadi antara negara sentral dengan negara semi pinggiran menggambarkan pertukaran antara barang yang diproduksi dengan upah tinggi dengan barang yang diproduksi dengan upah rendah sehingga menghasilkan pertukaran yang tidak seimbang. Kedua, negara semi pinggiran memiliki kepentingan langsung untuk mengatur dan mengawasi pertumbuhan pasar dalam negeri.

  • Inti

Negara inti merupakan negara kapitalis dominan yang mengeksploitasi negara periferi dalam hal tenaga kerja dan bahan-bahan mentah. Negara ini paling diuntungkan dalam sistem ekonomi kapitalis. Sebagian besar negara di Eropa Barat(InggrisBelandaPerancis) merupakan kawasan inti pertama. Secara politik, negara-negara tersebut mengembangkan pemerintahan pusat yang kuat, birokrasi yang ekstensif dan tentara yang besar. Hal ini memungkinkan kaum borjuis lokal mendapatkan kontrol atas perdagangan internasional dan surplus modal dari perdagangan tersebut untuk keuntungan mereka sendiri.

  • Periferi

Negara periferi bergantung pada negara inti dalam hal modal. Karakteristik negara ini ditunjukkan dengan industrinya yang masih terbelakang. Negara periferi tidak memiliki pemerintah pusat yang kuat atau dikendalikan oleh negara-negara lain, bahan baku diekspor ke negara inti dan bergantung pada praktik kerja yang koersif. Negara inti mengambil sebagian besar surplus modal yang dihasilkan oleh pinggiran melalui hubungan perdagangan yang tidak adil. Negara di Eropa Timur (terutama Polandia) dan Amerika Latin menunjukkan karakteristik dari negara periferi. Di Polandia, raja kehilangan kekuatan untuk menjadi eksportir utama gandum ke seluruh Eropa. Untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah dan mudah dikontrol, tuan tanah memaksa pekerja di desa menjadi budak di perkebunan komersial mereka.  
Di Amerika Latin, penaklukan Spanyol dan Portugis menghancurkan struktur otoritas adat dan menggantinya dengan birokrasi yang lemah di bawah kendali negara-negara Eropa. Tuan tanah lokal yang kuat asal Hispanik menjadi petani kapitalis aristokrat. Perbudakan penduduk asli, impor budak Afrika, dan praktik kerja koersif memungkinkan ekspor bahan baku murah ke Eropa. Sistem tenaga kerja di kedua daerah periferi ini didirikan tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga untuk menghasilkan barang bagi ekonomi dunia kapitalis.

  • Semi periferi

Negara semi periferi bisa dikatakan sebagai negara inti yang mengalami penurunan atau negara periferi yang berusaha meningkatkan posisi dalam sistem ekonomi dunia. Contoh negara yang menurun dari negara inti menjadi semi periferi adalah Portugal dan Spanyol. Negara semi periferi lainnya saat ini adalah Italia, Jerman selatan dan Perancis selatan. Negara ini gagal mendominasi perdagangan internasional dan dengan demikian tidak mendapat keuntungan pada tingkat yang sama seperti negara inti.

  • Eksternal

Negara ini mempertahankan sistem ekonomi mereka sendiri sehinga berada di luar sistem ekonomi dunia modern. Rusiamerupakan negara yang berada pada sistem ekonomi ini. Rusia memasok gandum untuk pasar dalam negeri.Gandum ini juga diperdagangkan dengan negara di Asia dan Eropa. Akan tetapi, perdagangan di dalam negeri tetap lebih penting dibandingkan dengan perdagangan dengan negara lain.Kekuatan Rusia yang besar ini membantu ekonomi dalam negeri dan membatasi pengaruh dari luar.
B. Perbandingan Teori Dependensi dengan Teori Sistem Dunia 
Elemen perbandingan Teori dependensi Teori sistem dunia 
Unit analisaNegara-bangsaSistem dunia
Metode kajianHistoris-struktural: masa jaya dan surut negara-bangsaDinamika sejarah sistem dunia: kecenderungan sekular dan irama perputaran (siklus)
Struktur teoriDwi kutub: sentral dan pinggiranTri kutub: sentral, semi pinggiran dan pinggiran
Arah pembangunanDeterministik ketergantungan selalu merugikanKemungkinan mobilitas naik dan turun
Arena kajianNegara pinggiranNegara pinggiran, semi pinggiran, sentral dan sistem ekonomi dunia
C. Karakteristik Teori Sistem Dunia 

1.      Teori sistem dunia berasumsi bahwa kesenjangan antara negara maju dan negara terbelakang tidak berkurang. Kesenjangan telah meluas sejak awal kapitalisme dan akan meluas dimasa mendatang.
2.      Wallerstein tokoh utama teori sistem dunia mengajukan pendapat yang dikenal dengan tesis immiserasi mutlak, yaitu bahwa kesenjangan yang meluas ini bersifat mutlak dari pada reatif. dengan kata lain negara-negara terbelakang mengalami kemandekan atau hanya maju sedikit saja dan akan cenderung akan merosot.
3.      Teori sistem dunia lebih condong ke teori ketergantugan, negara-negara terbelakang sekarang adalah akibat dari dominasi kelompok kapitalis pusat yang berabad-abad. Hampir semua negara ini selalu kalah jauh dari pusat, tidak hanya relatif tetapi mutlak. Namun demikian ada sedikit negara yang bisa memperbaiki posisi mereka dalam ekonomi dunia dengan memanfaatkan kesempatan yang tepat pada saat terjadi perluasan perkembangan kapitalis.

4.      Perspektif sistem dunia memandang dalam dunia terdapat suatu sistem antae negara dari negara-negara dan bangsa yang bersaing dan bertentangan yang terjalin dengan sangat dalam dengan ekonomi dunia kapitalis.

D. Tipe-Tipe Sistem Dunia

Ada dua tipe sistem dunia yang kami kutip dari "sosiologi; the key concepts " yakni: otoritas dunia (World Empiris) dan ekonomi dunia (World Economic) yang akan kami uraikan sebagaimana berikut:

1.      Otoritas Dunia (World Empiris)
peradaban cina, mesir, dan romawi kuno, merupakan otoritas dunia. Jenis sistem dunia ini diselenggarakan bersamaan dengan satu  pusat kekuasaan yang mengontrol distribusi sumber-sumber dunia. Jenis sistem dunia ini diselenggarakan bersamaan dengan satu  pusat kekuasaan yang mengontrol distribusi sumber-sumber dunia.  

2.      Ekonomi Dunia (World Economic)
ekonomi dunia,  sebaliknya, memiliki pusat kekuasaan yang beragam dan terintegrasi secara ekonomis oleh hubungan pasar. Ekonomi dunia muncul bersamaan dengan berkembangnya kapitalisme di eropa abad ke-16. Semenjak kemunduran romawi, tidak ada lagi otoritas dunia yang muncul di eropa, yang kala itu telah terpisah-pisah oleh negara-negara bangsa yang saling berkompetisi.Memasuki abad ke-16. Semenjak kemunduran romawi, tidak ada lagi otoritas dunia yang muncul di eropa, yang kala itu telah terpisah-pisah oleh negara-negara bangsa yang saling berkompetisi. Memasuki abad ke-16, para pedagang kapitalis dari barat laut eropa menciptakan jaringan hubungan yang menyebar antar negara-negara tersebut dan kemudian menyebar hampir keseluruh dunia. Tepat pada saat itulah untuk  pertama kalinya otoritas antar benua dari eropa ini berkembang. Namun menurut terminologi wallerstein, itu bukanlah otoritas dunia karena bukan unit yang mampu mencukupi diri sendiri.




DAFTAR PUSTAKA :
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_sistem_dunia
http://www.academia.edu/6708759/Teori_Sistem_Dunia_World_Sistem_Theory
Budiman Arif, Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta, Gramedia, 2000.

TEORI KETERGANTUNGAN

Teori Ketergantungan atau dikenal teori depedensi (Dependency Theory) adalah salah satu teori yang melihat permasaalahan pembangunan dari sudut Negara Dunia Ketiga. Menurut Theotonio Dos Santos, Dependensi (ketergantungan) adalah keadaan dimana kehidupan ekonomi negara–negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja. 

Aspek penting dalam kajian sosiologi adalah adanya pola ketergantungan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya dalam kehidupan berbangsa di dunia. Teori Dependensi lebih menitik beratkan pada persoalan keterbelakangan dan pembangunan negara pinggiran. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa teori dependensi mewakili "suara negara-negara pinggiran" untuk menantang hegemoni ekonomipolitikbudaya dan intelektual dari negara maju.

Teori Ketergantungan Menurut Para Ahli:
  • Menurut Paul Baran

Image result for paul baran

Menurut Paul baran adalah seorang pemikir Marxisme yang menolak pandangan Marx tentang pembangunan dinegara-negara dunia ketiga. Bila Marx mengatakan bahwa sentuhan negara-negara kapitalis maju kepada negara-negara pra-kapitalis yang terbelakang akan membangunkan negara-negara yang terakhir ini untuk berkembang, seperti negara-negara kapitalis di Eropa. Baran berpendapat lain, baginya, sentuhan ini akan mengakibatkan negara-negara kapitalis tersebut terhambat kemajuannya dan akan terus hidup dalam keterbelakangan.  
Dengan pendapatnya yang berbeda dengan Marx, Baran menyatakan bahwa perkembangan kapitalisme di negara-negara pinggiran, berbeda dengan perkembangan kapitalisme di negara-negara pusat. Di negara pinggiran sistem kapitalisme seperti terkena penyakit kretinisme. Orang yang dihinggapi penyakit ini tetap kerdil dan tidak bisa besar. Menurut baran kapitalisme di negara-negara pusat bisa berkembang karena adanya tiga prasyarat:
  • Meningkatnya produksi diikuti dengan tercabutnya masarakat petani di pedesaan.
  • Meningkatnya produksi komoditi da terjadinya pembagian kerja mengakibatkan sebagian orang menjadi buruh yang menjual tenaga kerjanya sehingga sulit menjadi kaya, dan sebagian lagi menjadi majikan yang bisa mengumpulkan harta.
  • Mengumpulnya harta di tangan para pedagang dan tuan tanah. 

  • Menurut Neo - Marxisme 
Image result for neo marxisme

Teori depedensi juga memiliki warisan pemikiran dari Neo-Marxisme keberhasilan dari revolusi Cina dan Kuba ketika itu telah mebantu tersebarnya perpaduan baru pemikiran-pemikiran Marxisme di universitas-universitas di Amerika latin yang menyebabkan generasi baru dan dengan lantang menyebut dirinya sebagai Neo-Marxisme.
Beberapa pendapat Neo-Marxisme:
  • Neo-Marxisme melihat imprealisme dari sudut pandangan negara pinggiran. Dengan lebih memberikan perhatian pada akibat imperialisme pada negara-negara dunia ketiga.
  • Neo-Marxisme percaya, bahwa negara dunia ketiga telah matang untuk melakukan revolusi sosialis.
  • Neo-Marxisme lebih tertarik pada arah revolusi Cina dan Kuba, ia berharap banyak pada kekuatan revolusioner potensial dari para petani pedesaan dan perang gerilya tentara rakyat.

        A. Bentuk - Bentuk Teori Ketergantungan
Dos Santos menguraikan ada 3 bentuk ketergantungan:
1). Ketergantungan Kolonial
  • Terjadi penjajahan dari negara pusat ke negara pinggiran.
  • Kegiatan ekonominya adalah ekspor barang-barang yang dibutuhkan negara pusat.
  • Hubungan penjajah – penduduk sekitar bersifat eksploitatif negara pusat.
  • Negara pusat menanamkan modalnya baik langsung maupun melalui kerjasama dengan pengusaha lokal.
2). Ketergantungan Teknologis-Industrial
  • Bentuk ketergantungan baru.
  • Kegiatan ekonomi di negara pinggiran tidak lagi berupa ekspor bahan mentah untuk negara pusat.
  • Perusahaan multinasional mulai menanamkan modalnya di negara pinggiran dengan tujuan untuk kepentingan negara pinggiran.
3). Ketergantungan Teknologis-Industrial
  • Bentuk ketergantungan baru.
  • Kegiatan ekonomi di negara pinggiran tidak lagi berupa ekspor bahan mentah untuk negara pusat.
  • Perusahaan multinasional mulai menanamkan modalnya di negara pinggiran dengan tujuan untuk kepentingan negara pinggiran.


       B. teori ketergantungan secara garis besar bisa dibagi menjadi dua macam
1)    Teori Depensi Klasik
Teori ini digagas oleh Andre Gunder Frunk, yang menyatakan bahwa kapitalisme global akan membuat ketergantungan masa lalu dan sekarang oleh karena itu negara yang tidak maju dan berkembang harus memutuskan hubungan dengan negara maju supaya negara berkembang bisa maju.  
2)    Teori Depensi Modern
  Teori ini digagas oleh Fernando Henrigue Cardoso, teori ini menyatakan bahwa antara negara yang satu dengan lainnya perlu kerjasama dengan melihat karakteristik histori dari daerah tersebut.
Selain pandangan ke dua tokoh tersebut juga ada beberapa ahli yang menyatakan tentang teori ketergantungan. Theontonio Dos Santos membagi tiga bentuk ketergantungan negara ketiga, yaitu ketergantungan kolonial, ketergantungan finansial-industrial, ketergantungan tekhnologi-industrial.

C. Kelemahan dan Kekuatan Teori Ketergantungan

Menurut Robert A. Packenham, teori ketergantungan itu memiliki kelemahan dan kekuatan. Packenham menyebutkan ada 6 kelemahan dari teori ketergantungan, antara lain:

1.    Menyalahkan hanya kapitalisme sebagai penyebab dari ketergantungan.
2.    Konsep-konsep inti, termasuk konsep ketergantungan itu sendiri àkurang didefinisikan secara jelas.
3.    Hanya didefinisikan sebagai konsep dikotomi.
4.    Sedikit sekali dibicarakan tentang proses yang memungkinkan sebuah negara dapat lepas dari teori tersebut.
5.    Selalu dianggap sebagai sesuatu yang negatif.
6.    Kurang membahas dengan teori lain (otonomi).

Packenham juga mengatakan disamping kelemahan terdapat juga kelebihan dari teori ketergantungan, kelebihannya antara lain:
1.    Menekankan aspek internasional
2.    Mempersoalkan akibat dari politik luar negeri.
3.    Membahas proses internal dari perubahan di negara-negara pinggiran.
4. Menekankan pada kegiatan sektor swasta dalam hubungannya dengan kegiatan perusahaan-perusahaan multinasional.
5.    Membahas hubungan antar klas yang ada di dalam negeri.
6.    Mempersoalkan bagaimana kekayaan nasional ini dibagikan antar klas-klas sosial, antar daerah, dan antar negara.

D. Kritik Terhadap Teori Ketergantungan:

1. Kritik Packenham

Salah satu kritik menarik dari kelompok teori liberal datang dari Robert A. Packenham. Menurutnya disamping kekuatan, Teori Ketergantungan juga mempunyai kelemahan yaitu hanya menyalahkan kapitalisme sebagai penyebab ketergantungan. Tidak mendefinisikan secara jelas tentang konsep ketergantungan. Pembicaraan tentang proses sebuah Negara bisa keluar dari ketergantungan sedikit sekali, bahkan Frank hanya menawarkan Revolusi Sosialis sebagi jalan keluarnya. Ketergantungan selalu dianggap sebagai sesuatu yang negative, Teori Ketergantungan sangat menekankan konsep kepentingan kelompok, kelas dan Negara. Kepentingan antara Negara pusat dan Negara pinggiran tidak selalu bersifat zero-sum game (bila satu menang maka lainnya kalah) karena bisa saja keduanya mendapat keuntungan.

2. Penelitian Chase Dunn


Christopher Chase Dunn menganggap investasi modal asing dan utang tidak selalu berakibat negatif pada pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pada pemerataan pendapatan, investasi tersebut dapat juga positif bagi ekonomi negara pinggiran, dalam arti Modal asing langsung memproduksi barang dan menimbulkan permintaan barang-barang lain yang dibutuhkan bagi produksi; Utang luar negeri membiayai pembangunan sarana yang dibutuhkan untuk pembangunan; dan Transfer teknologi, perbaikan kebiasaan kerja, modernisasi organisasi

3. Komentar Cardoso


Usaha untuk mengerti terjadinya keterbelakangan itu dituangkan dalam analisis yang bersifat kualitatif, karena banyak persoalan yang tidak bisa dikuantifikasikan. Cardoso membalas kritik Packenham yang dianggap mau memformalkan Teori ketergantungan menjadi seperangkap konsep yang bisa diukur dan bersifat a-historis, seakan-akan konsep ini bisa berlaku dalam segala situasi dan kapan saja. Cardoso mengkritik Chase Dunn dalam usahanya mengkuantifikasikan konsep-konsep masalah ketergantungan dan menyalahkan Frank, yang mereduksikan masalah ketergantungan menjadi dikotomi antara kekuatan imperialis negara-negara maju dengan negara-negara yang terkebelakang.

Teori dependensi baru adalah teori yang muncul akibat adanya kritik terhadap teori dependensi. Beberapa tokoh yang termasuk dalam teori dependensi baru diantaranya; Fernando Henrique Cardoso, Thomas B Gold, Hagen Koo, dan Mohtar mas’oed.


DAFTAR PUSTAKA :
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_ketergantungan
http://dedetzelth.blogspot.com/2013/11/makalah-teori-ketergantungan.html