Selasa, 24 Maret 2015

TEORI SISTEM DUNIA

Teori sistem dunia merupakan sebuah pembagian kerja secara teritorial dalam produksi, pertukaran barang dan bahan mentah.  Pembagian kerja mengacu pada kekuatan dan hubungan produksi dalam ekonomi dunia secara keseluruhan. Pembagian kerja ini menyebabkan adanya dua daerah yang saling bergantung, yaitu negara inti dan negara pinggiran. Secara geografi dan budaya kedua negara tersebut sama sekali berbeda, satu fokus pada padat modal dan satu lagi pada padat karya. Sementara itu, negara semi periferi bertindak sebagai zona penyangga antara inti dan pinggiran serta memiliki campuran jenis kegiatan yang ada di negara inti dan periferi.

Teori sistem dunia muncul sebagai kritik atas teori modernisasi dan teori dependensi. Immanuel Wallerstein memandang bahwa dunia adalah sebuah sistem kapitalis yang mencakup seluruh  Negara di dunia tanpa kecuali. Sehingga, integrasi yang terjadi lebih banyak dikarenakan pasar (ekonomi) daripada kepentingan politik. Dimana ada dua atau lebih Negara interdependensi yang saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan seperti food, fuel, and protection. Juga, terdapat satu atau dua persaingan politik untuk mendominasi yang dilakukan untuk menghindari hanya ada satu Negara sentral yang muncul ke permukaan selamanya.



Wallerstein juga menjelaskan strategi bagi terjadinya proses kenaikan kelas, baik proses kenaikan kelas dari pniggiran ke semi pinggiran, dan proses kenaikan kelas dari semi pinggiran ke pusat. Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersbut akan kami uraikan sebagaimana  berikut:

a.      Proses kenaikan kelas dari pniggiran ke semi pinggiran
Menurut Wallerstein melalui kenaikan kelas dari pinggiran ke semi pinggiran dengan menggunakan tiga strategi. Yakni:
1)      Dengan merebut kesempatan yang datang
2)      Melalui undangan
3)      Melalui kebijakan untuk memandirikan negaranya

b.    Proses kenaikan kelas dari semi ke semi pusat


Kunci utama terletak pada kemampuan negara semi pinggiran untuk menciptakan dan menyediakan luas pasar yang dipandang cukup besar (memperlusa pangsa pasar) untuk melegitimasi secara rasional penggunaan teknologi maju. Cara antara lain memperluas pasar domestik dengan jalan memperluas batas wilayah politik, missal mencaplok sebagian atau seluruh wilayah negara tetanganya juga dengan menaikkan harga impor, menurunkan biaya produksi barang dalam negeri, dengan cara mensubsidi atau menurunkan upah tenaga kerja, menaikkan daya beli riil masyarakat dan lain-lain.

A. MODEL TRI KUTUB
Terdapat satu konsep dalam perspektif sistem dunia, yaitu konsep negara semi pinggiran (semi periferi). Dalam konsep ini terkandung ajaran sistem dunia yang menjelaskan berbagai kemungkinan perubahan status relatif satu negara di dalam sistem ekonomi kapitalis dunia. Menurut Wallerstein, dunia terlalu kompleks untuk dijelaskan dengan model dwi kutub, yakni sentral (inti) dan pinggiran (periferi). Banyak negara yang terletak di antara dua posisi tersebut yang tidak dapat dan tidak tepat untuk dikategorikan sebagai negara sentral maupun negara pinggiran. Ada dua alasan utama mengapa sistem ekonomi kapitalis dunia yang ada sekarang ini memerlukan kategori semi pinggiran. Pertama, polarisasi sistem dunia yang menjadi dua kutub, dengan hanya sedikit yang memiliki status tinggi dan harus berhadapan dengan amat banyak yang memiliki status rendah, akan mudah menyebabkan disintegrasinya sistem dunia. 
Oleh karena itu, perlu diciptakan kategori menengah untuk menghindari krisis tersebut. Kedua, untuk membantu pembentukan iklim dan daerah ekonomis baru yang diperlukan oleh para pemilik modal untuk memindahkan modalnya dari tempat yang sudah tidak efisien lagi ke tempat baru yang sedang tumbuh. Tempat baru ini yang disebut Wallerstein sebagai negara semi pinggiran. Bagi Wallerstein, negara semi pinggiran memiliki dua karakteristik pokok. Pertama, negara tersebut memiliki posisi tawar-menawar perdagangan yang berbeda dengan negara pinggiran. Pertukaran barang yang terjadi antara negara sentral dengan negara semi pinggiran menggambarkan pertukaran antara barang yang diproduksi dengan upah tinggi dengan barang yang diproduksi dengan upah rendah sehingga menghasilkan pertukaran yang tidak seimbang. Kedua, negara semi pinggiran memiliki kepentingan langsung untuk mengatur dan mengawasi pertumbuhan pasar dalam negeri.

  • Inti

Negara inti merupakan negara kapitalis dominan yang mengeksploitasi negara periferi dalam hal tenaga kerja dan bahan-bahan mentah. Negara ini paling diuntungkan dalam sistem ekonomi kapitalis. Sebagian besar negara di Eropa Barat(InggrisBelandaPerancis) merupakan kawasan inti pertama. Secara politik, negara-negara tersebut mengembangkan pemerintahan pusat yang kuat, birokrasi yang ekstensif dan tentara yang besar. Hal ini memungkinkan kaum borjuis lokal mendapatkan kontrol atas perdagangan internasional dan surplus modal dari perdagangan tersebut untuk keuntungan mereka sendiri.

  • Periferi

Negara periferi bergantung pada negara inti dalam hal modal. Karakteristik negara ini ditunjukkan dengan industrinya yang masih terbelakang. Negara periferi tidak memiliki pemerintah pusat yang kuat atau dikendalikan oleh negara-negara lain, bahan baku diekspor ke negara inti dan bergantung pada praktik kerja yang koersif. Negara inti mengambil sebagian besar surplus modal yang dihasilkan oleh pinggiran melalui hubungan perdagangan yang tidak adil. Negara di Eropa Timur (terutama Polandia) dan Amerika Latin menunjukkan karakteristik dari negara periferi. Di Polandia, raja kehilangan kekuatan untuk menjadi eksportir utama gandum ke seluruh Eropa. Untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah dan mudah dikontrol, tuan tanah memaksa pekerja di desa menjadi budak di perkebunan komersial mereka.  
Di Amerika Latin, penaklukan Spanyol dan Portugis menghancurkan struktur otoritas adat dan menggantinya dengan birokrasi yang lemah di bawah kendali negara-negara Eropa. Tuan tanah lokal yang kuat asal Hispanik menjadi petani kapitalis aristokrat. Perbudakan penduduk asli, impor budak Afrika, dan praktik kerja koersif memungkinkan ekspor bahan baku murah ke Eropa. Sistem tenaga kerja di kedua daerah periferi ini didirikan tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga untuk menghasilkan barang bagi ekonomi dunia kapitalis.

  • Semi periferi

Negara semi periferi bisa dikatakan sebagai negara inti yang mengalami penurunan atau negara periferi yang berusaha meningkatkan posisi dalam sistem ekonomi dunia. Contoh negara yang menurun dari negara inti menjadi semi periferi adalah Portugal dan Spanyol. Negara semi periferi lainnya saat ini adalah Italia, Jerman selatan dan Perancis selatan. Negara ini gagal mendominasi perdagangan internasional dan dengan demikian tidak mendapat keuntungan pada tingkat yang sama seperti negara inti.

  • Eksternal

Negara ini mempertahankan sistem ekonomi mereka sendiri sehinga berada di luar sistem ekonomi dunia modern. Rusiamerupakan negara yang berada pada sistem ekonomi ini. Rusia memasok gandum untuk pasar dalam negeri.Gandum ini juga diperdagangkan dengan negara di Asia dan Eropa. Akan tetapi, perdagangan di dalam negeri tetap lebih penting dibandingkan dengan perdagangan dengan negara lain.Kekuatan Rusia yang besar ini membantu ekonomi dalam negeri dan membatasi pengaruh dari luar.
B. Perbandingan Teori Dependensi dengan Teori Sistem Dunia 
Elemen perbandingan Teori dependensi Teori sistem dunia 
Unit analisaNegara-bangsaSistem dunia
Metode kajianHistoris-struktural: masa jaya dan surut negara-bangsaDinamika sejarah sistem dunia: kecenderungan sekular dan irama perputaran (siklus)
Struktur teoriDwi kutub: sentral dan pinggiranTri kutub: sentral, semi pinggiran dan pinggiran
Arah pembangunanDeterministik ketergantungan selalu merugikanKemungkinan mobilitas naik dan turun
Arena kajianNegara pinggiranNegara pinggiran, semi pinggiran, sentral dan sistem ekonomi dunia
C. Karakteristik Teori Sistem Dunia 

1.      Teori sistem dunia berasumsi bahwa kesenjangan antara negara maju dan negara terbelakang tidak berkurang. Kesenjangan telah meluas sejak awal kapitalisme dan akan meluas dimasa mendatang.
2.      Wallerstein tokoh utama teori sistem dunia mengajukan pendapat yang dikenal dengan tesis immiserasi mutlak, yaitu bahwa kesenjangan yang meluas ini bersifat mutlak dari pada reatif. dengan kata lain negara-negara terbelakang mengalami kemandekan atau hanya maju sedikit saja dan akan cenderung akan merosot.
3.      Teori sistem dunia lebih condong ke teori ketergantugan, negara-negara terbelakang sekarang adalah akibat dari dominasi kelompok kapitalis pusat yang berabad-abad. Hampir semua negara ini selalu kalah jauh dari pusat, tidak hanya relatif tetapi mutlak. Namun demikian ada sedikit negara yang bisa memperbaiki posisi mereka dalam ekonomi dunia dengan memanfaatkan kesempatan yang tepat pada saat terjadi perluasan perkembangan kapitalis.

4.      Perspektif sistem dunia memandang dalam dunia terdapat suatu sistem antae negara dari negara-negara dan bangsa yang bersaing dan bertentangan yang terjalin dengan sangat dalam dengan ekonomi dunia kapitalis.

D. Tipe-Tipe Sistem Dunia

Ada dua tipe sistem dunia yang kami kutip dari "sosiologi; the key concepts " yakni: otoritas dunia (World Empiris) dan ekonomi dunia (World Economic) yang akan kami uraikan sebagaimana berikut:

1.      Otoritas Dunia (World Empiris)
peradaban cina, mesir, dan romawi kuno, merupakan otoritas dunia. Jenis sistem dunia ini diselenggarakan bersamaan dengan satu  pusat kekuasaan yang mengontrol distribusi sumber-sumber dunia. Jenis sistem dunia ini diselenggarakan bersamaan dengan satu  pusat kekuasaan yang mengontrol distribusi sumber-sumber dunia.  

2.      Ekonomi Dunia (World Economic)
ekonomi dunia,  sebaliknya, memiliki pusat kekuasaan yang beragam dan terintegrasi secara ekonomis oleh hubungan pasar. Ekonomi dunia muncul bersamaan dengan berkembangnya kapitalisme di eropa abad ke-16. Semenjak kemunduran romawi, tidak ada lagi otoritas dunia yang muncul di eropa, yang kala itu telah terpisah-pisah oleh negara-negara bangsa yang saling berkompetisi.Memasuki abad ke-16. Semenjak kemunduran romawi, tidak ada lagi otoritas dunia yang muncul di eropa, yang kala itu telah terpisah-pisah oleh negara-negara bangsa yang saling berkompetisi. Memasuki abad ke-16, para pedagang kapitalis dari barat laut eropa menciptakan jaringan hubungan yang menyebar antar negara-negara tersebut dan kemudian menyebar hampir keseluruh dunia. Tepat pada saat itulah untuk  pertama kalinya otoritas antar benua dari eropa ini berkembang. Namun menurut terminologi wallerstein, itu bukanlah otoritas dunia karena bukan unit yang mampu mencukupi diri sendiri.




DAFTAR PUSTAKA :
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_sistem_dunia
http://www.academia.edu/6708759/Teori_Sistem_Dunia_World_Sistem_Theory
Budiman Arif, Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta, Gramedia, 2000.

TEORI KETERGANTUNGAN

Teori Ketergantungan atau dikenal teori depedensi (Dependency Theory) adalah salah satu teori yang melihat permasaalahan pembangunan dari sudut Negara Dunia Ketiga. Menurut Theotonio Dos Santos, Dependensi (ketergantungan) adalah keadaan dimana kehidupan ekonomi negara–negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja. 

Aspek penting dalam kajian sosiologi adalah adanya pola ketergantungan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya dalam kehidupan berbangsa di dunia. Teori Dependensi lebih menitik beratkan pada persoalan keterbelakangan dan pembangunan negara pinggiran. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa teori dependensi mewakili "suara negara-negara pinggiran" untuk menantang hegemoni ekonomipolitikbudaya dan intelektual dari negara maju.

Teori Ketergantungan Menurut Para Ahli:
  • Menurut Paul Baran

Image result for paul baran

Menurut Paul baran adalah seorang pemikir Marxisme yang menolak pandangan Marx tentang pembangunan dinegara-negara dunia ketiga. Bila Marx mengatakan bahwa sentuhan negara-negara kapitalis maju kepada negara-negara pra-kapitalis yang terbelakang akan membangunkan negara-negara yang terakhir ini untuk berkembang, seperti negara-negara kapitalis di Eropa. Baran berpendapat lain, baginya, sentuhan ini akan mengakibatkan negara-negara kapitalis tersebut terhambat kemajuannya dan akan terus hidup dalam keterbelakangan.  
Dengan pendapatnya yang berbeda dengan Marx, Baran menyatakan bahwa perkembangan kapitalisme di negara-negara pinggiran, berbeda dengan perkembangan kapitalisme di negara-negara pusat. Di negara pinggiran sistem kapitalisme seperti terkena penyakit kretinisme. Orang yang dihinggapi penyakit ini tetap kerdil dan tidak bisa besar. Menurut baran kapitalisme di negara-negara pusat bisa berkembang karena adanya tiga prasyarat:
  • Meningkatnya produksi diikuti dengan tercabutnya masarakat petani di pedesaan.
  • Meningkatnya produksi komoditi da terjadinya pembagian kerja mengakibatkan sebagian orang menjadi buruh yang menjual tenaga kerjanya sehingga sulit menjadi kaya, dan sebagian lagi menjadi majikan yang bisa mengumpulkan harta.
  • Mengumpulnya harta di tangan para pedagang dan tuan tanah. 

  • Menurut Neo - Marxisme 
Image result for neo marxisme

Teori depedensi juga memiliki warisan pemikiran dari Neo-Marxisme keberhasilan dari revolusi Cina dan Kuba ketika itu telah mebantu tersebarnya perpaduan baru pemikiran-pemikiran Marxisme di universitas-universitas di Amerika latin yang menyebabkan generasi baru dan dengan lantang menyebut dirinya sebagai Neo-Marxisme.
Beberapa pendapat Neo-Marxisme:
  • Neo-Marxisme melihat imprealisme dari sudut pandangan negara pinggiran. Dengan lebih memberikan perhatian pada akibat imperialisme pada negara-negara dunia ketiga.
  • Neo-Marxisme percaya, bahwa negara dunia ketiga telah matang untuk melakukan revolusi sosialis.
  • Neo-Marxisme lebih tertarik pada arah revolusi Cina dan Kuba, ia berharap banyak pada kekuatan revolusioner potensial dari para petani pedesaan dan perang gerilya tentara rakyat.

        A. Bentuk - Bentuk Teori Ketergantungan
Dos Santos menguraikan ada 3 bentuk ketergantungan:
1). Ketergantungan Kolonial
  • Terjadi penjajahan dari negara pusat ke negara pinggiran.
  • Kegiatan ekonominya adalah ekspor barang-barang yang dibutuhkan negara pusat.
  • Hubungan penjajah – penduduk sekitar bersifat eksploitatif negara pusat.
  • Negara pusat menanamkan modalnya baik langsung maupun melalui kerjasama dengan pengusaha lokal.
2). Ketergantungan Teknologis-Industrial
  • Bentuk ketergantungan baru.
  • Kegiatan ekonomi di negara pinggiran tidak lagi berupa ekspor bahan mentah untuk negara pusat.
  • Perusahaan multinasional mulai menanamkan modalnya di negara pinggiran dengan tujuan untuk kepentingan negara pinggiran.
3). Ketergantungan Teknologis-Industrial
  • Bentuk ketergantungan baru.
  • Kegiatan ekonomi di negara pinggiran tidak lagi berupa ekspor bahan mentah untuk negara pusat.
  • Perusahaan multinasional mulai menanamkan modalnya di negara pinggiran dengan tujuan untuk kepentingan negara pinggiran.


       B. teori ketergantungan secara garis besar bisa dibagi menjadi dua macam
1)    Teori Depensi Klasik
Teori ini digagas oleh Andre Gunder Frunk, yang menyatakan bahwa kapitalisme global akan membuat ketergantungan masa lalu dan sekarang oleh karena itu negara yang tidak maju dan berkembang harus memutuskan hubungan dengan negara maju supaya negara berkembang bisa maju.  
2)    Teori Depensi Modern
  Teori ini digagas oleh Fernando Henrigue Cardoso, teori ini menyatakan bahwa antara negara yang satu dengan lainnya perlu kerjasama dengan melihat karakteristik histori dari daerah tersebut.
Selain pandangan ke dua tokoh tersebut juga ada beberapa ahli yang menyatakan tentang teori ketergantungan. Theontonio Dos Santos membagi tiga bentuk ketergantungan negara ketiga, yaitu ketergantungan kolonial, ketergantungan finansial-industrial, ketergantungan tekhnologi-industrial.

C. Kelemahan dan Kekuatan Teori Ketergantungan

Menurut Robert A. Packenham, teori ketergantungan itu memiliki kelemahan dan kekuatan. Packenham menyebutkan ada 6 kelemahan dari teori ketergantungan, antara lain:

1.    Menyalahkan hanya kapitalisme sebagai penyebab dari ketergantungan.
2.    Konsep-konsep inti, termasuk konsep ketergantungan itu sendiri àkurang didefinisikan secara jelas.
3.    Hanya didefinisikan sebagai konsep dikotomi.
4.    Sedikit sekali dibicarakan tentang proses yang memungkinkan sebuah negara dapat lepas dari teori tersebut.
5.    Selalu dianggap sebagai sesuatu yang negatif.
6.    Kurang membahas dengan teori lain (otonomi).

Packenham juga mengatakan disamping kelemahan terdapat juga kelebihan dari teori ketergantungan, kelebihannya antara lain:
1.    Menekankan aspek internasional
2.    Mempersoalkan akibat dari politik luar negeri.
3.    Membahas proses internal dari perubahan di negara-negara pinggiran.
4. Menekankan pada kegiatan sektor swasta dalam hubungannya dengan kegiatan perusahaan-perusahaan multinasional.
5.    Membahas hubungan antar klas yang ada di dalam negeri.
6.    Mempersoalkan bagaimana kekayaan nasional ini dibagikan antar klas-klas sosial, antar daerah, dan antar negara.

D. Kritik Terhadap Teori Ketergantungan:

1. Kritik Packenham

Salah satu kritik menarik dari kelompok teori liberal datang dari Robert A. Packenham. Menurutnya disamping kekuatan, Teori Ketergantungan juga mempunyai kelemahan yaitu hanya menyalahkan kapitalisme sebagai penyebab ketergantungan. Tidak mendefinisikan secara jelas tentang konsep ketergantungan. Pembicaraan tentang proses sebuah Negara bisa keluar dari ketergantungan sedikit sekali, bahkan Frank hanya menawarkan Revolusi Sosialis sebagi jalan keluarnya. Ketergantungan selalu dianggap sebagai sesuatu yang negative, Teori Ketergantungan sangat menekankan konsep kepentingan kelompok, kelas dan Negara. Kepentingan antara Negara pusat dan Negara pinggiran tidak selalu bersifat zero-sum game (bila satu menang maka lainnya kalah) karena bisa saja keduanya mendapat keuntungan.

2. Penelitian Chase Dunn


Christopher Chase Dunn menganggap investasi modal asing dan utang tidak selalu berakibat negatif pada pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pada pemerataan pendapatan, investasi tersebut dapat juga positif bagi ekonomi negara pinggiran, dalam arti Modal asing langsung memproduksi barang dan menimbulkan permintaan barang-barang lain yang dibutuhkan bagi produksi; Utang luar negeri membiayai pembangunan sarana yang dibutuhkan untuk pembangunan; dan Transfer teknologi, perbaikan kebiasaan kerja, modernisasi organisasi

3. Komentar Cardoso


Usaha untuk mengerti terjadinya keterbelakangan itu dituangkan dalam analisis yang bersifat kualitatif, karena banyak persoalan yang tidak bisa dikuantifikasikan. Cardoso membalas kritik Packenham yang dianggap mau memformalkan Teori ketergantungan menjadi seperangkap konsep yang bisa diukur dan bersifat a-historis, seakan-akan konsep ini bisa berlaku dalam segala situasi dan kapan saja. Cardoso mengkritik Chase Dunn dalam usahanya mengkuantifikasikan konsep-konsep masalah ketergantungan dan menyalahkan Frank, yang mereduksikan masalah ketergantungan menjadi dikotomi antara kekuatan imperialis negara-negara maju dengan negara-negara yang terkebelakang.

Teori dependensi baru adalah teori yang muncul akibat adanya kritik terhadap teori dependensi. Beberapa tokoh yang termasuk dalam teori dependensi baru diantaranya; Fernando Henrique Cardoso, Thomas B Gold, Hagen Koo, dan Mohtar mas’oed.


DAFTAR PUSTAKA :
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_ketergantungan
http://dedetzelth.blogspot.com/2013/11/makalah-teori-ketergantungan.html

Jumat, 20 Maret 2015

TEORI PERSUASI KOMUNIKASI



proses komunikasi berlangsung dalam spektrum sosial, maka beberapa teori komunikasi yang menjadi rujukan dan dianjurkan untuk perubahan diri, kelompok, dan sosial - masyarakat berkaitan dengan pembangunan.

1. Teori - Teori Komunikasi Antarpribadi

Definisi komunikasi antarpribadi menurut Joseph A. Devito dalam bukunya, The interpersonal communication: " proses pengiriman dan penerimaan pesan -  pesan antara dua orang atau kelompok kecil dengan beberapa efek dan umpan balik" (Devito, 1989).
Dalam situasi antarpribadi, proses komunikasi dapat berlangsung secara dialogis yang memungkinkan terjadinnya interaksi. Mereka yang terlibat (partisipan) melakukan dua peran sekaligus, sebagai pembicara dan sebagai penerima, secara bergantian melalui tatap muka.

 A. Teori Disonansi Kognitif (Theory of Cognitive Dissonance)

  Image result for teori disonansi kognitif komunikasi
Teori disonansi kognitif merupakan salah satu varian teori konsistensi kognitif. istilah disonansi kognitif diambil dari teori yang di kemukaan oleh Leon Festinger, yaitu ketidaksesuaian antara kognisi sebagai aspek sikap dan perilaku yang terjadi pada diri seseorang. orang yang mengalami disonansi akan berupaya mencari dalih untuk mengulangi disonansi tersebut. Teori ini banyak berhubungan dengan sikap, perubahan sikap, dan persuasi.
 Semua teori konsistensi dimulai dengan premis yang sama, yaitu " semua orang lebih menyukai konsistensi dibandingkan dengan inkonsistensi". Konsistensi merupakan prinsip utama dalam proses kognitif dan perubahan sikap akibat informasi yang merusak keseimbangan (LittleJohn, 1996).

  • Contoh : Seorang ibu ingin membeli obat pelangsing tubuh disebuah calon kecantikan. Namun setelah mendapatkan informasi secara tidak sengaja, Namun ia sadar bahwa obat tersebut berbahaya bagi kesehatannya.

Disinilah situasi konflik disonansi pada keyakina dan perilaku, dan ibu tersebut mencari jalan keluar dar konflik tersebut.


B. Teori Pertukaran Sosial

 Image result for teori pertukaran sosial

Teori pertukaran sosial adalah teori dalam ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan keuntungan yang saling memengaruhi. Teori ini menjelaskan bagaimana manusia memandang tentang hubungan kita dengan orang lain sesuai dengan anggapan diri manusia tersebut terhadap:
  • Keseimbangan antara apa yang di berikan ke dalam hubungan dan apa yang dikeluarkan dari hubungan itu.
  • Jenis hubungan yang dilakukan.
  • Kesempatan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain
Teori pertukaran sosial merupakan bagian dari teori komunikasi interpersonal yang menjabarkan bagaimana seseorang tinggal dan memasuki suatu interaksi sosial dengan mempertimbangkan konsekuensi yang didapatkan dari suatu interaksi interpersonal tersebut. Teori pertukaran sosial ini dikembangkan oleh Thibaut dan Kelley dapat dipraktikkan dalam konteks komuniukasi interpersonal, dan komunikasi kelompok kecil. Teori ini secara umumm lebih sering digunakan untuk menganalisis perilaku komunikasi interpersonal. Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharap sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. 

  • Contoh : A seorang yang kaya raya, tetapi broken home, berteman dengan B yang sangat miskin. Mereka terlihat sangat akrab, B selalu berada dimanapun A berada, begitu pula sebaliknya. Akrabnya B dengan A karena A selalu memberikan bantuan kepadanya dalam bentuk materi, dan B membalasnya dengan bentuk perhatian kepada A sehingga diantara keduanya dapat dikatakan sebagai dua orang yang berhubungan karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. 

Dari contoh tersebut menyimpulkan bahwa pertukaran sosial menurut mereka adalah " setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan jika ditinjau dari segi ganjaran, biaya, laba, dan tingkat perbandingannya". 


2. Teori - Teori Komunikasi Kelompok

Kelompok adalah sekumpulan orang yang berinteraksi yang mempunyai tujuan bersama. Pengrtian kelompok ditinjau dari pendekatan komunikasi dapat dilihat dari definisi Robert A. Bales dalam bukunya, Interaction Process Analysis, yakni :
" sejumlah orang yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam satu pertemuan yang bersifat tatap muka (face to face) dimana setiap anggota mendapat kesan atau penglihatan antara satu sama lainnya yang cukup kentara sehingga baik pada saat timbul pertanyaan maupun sesudahnya, dia dapat memberikan tanggapan kepada masing -masing sebagai perorangan". (Effendy, 2003)

A. Teori Keseimbangan dari Heider 

Image result for contoh teori keseimbangan dari heider
Ruang lingkup teori keseimbangan (balance theory) dari Heider adalah mengenai hubungan-hubungan antarpribadi. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu sebagai bagian dari struktur sosial (misalnya, sebagai suatu kelompok) cenderung untuk berhubungan satu sama lain. salah satu  cara bagaimana suatu kelompok dapat berhubungan  ialah dengan menjalin komunikasi secara terbuka. Anggota kelompok dapat merumuskan dan menyampaikan pesan - pesan yang dirumuskan oleh anggota kelompok yang lain. 
Akan tetapi, teori Heider memusatkan perhatiannya pada hubungan intra-pribadi yang berfungsi sebagai "daya tarik". Dalam hal ini, daya tarik menurut Heider adalah semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka dan tidak suka terhadap individu - individu dan objek - objek lain. Dengan demikian, teori Heider berkepntingan secara khusus dengan apa yang diartikan sebagai komunikasi intrapribadi.
  • Contoh : seseorang (P), Objek analisis dan beberapa orang lain (O), dan objek fisik , gagasan, atau peristiwa (X). Fokus Heider adalah pada bagaimana hubungan diantara ketiga Entitas ini di organisasikan dalam benak seseorang (P). Heider memebedakan dua jenis hubungan di antara Ketiga Entitas ini, hubungan kesukaan (L) dan hubungan Unit (U). Dalam paradigma Heider, "Keadaan Seimbang Hadir Apabila Hubungan Ketiganya Positif Dalam Segala Hal Atau Apabila 2 Negatif dan 1 Positif". Semua Kombinasi lain adalah tidak seimbang.
3. Teori - Teori Komunikasi Massa

Komunikasi Massa (mass communication) adalah komunikasi yang berlangsung dengan menggunakan media massa yang dikelola secara melembaga, yang ditunjukan untuk sejumlah besar orang tak terbatas, anonim, dan heterogen (mulyana, 2000). 

A. Teori Pembelajaran Sosial (social learning theory)

Image result for teori pembelajaran sosial

kendati pada awalnya menjadi bidang penelitian kommunikasi massa yang bertujuan untuk memahami efek terpaan media massa, kini teori ini diaplikasikan pada perilaku konsumen. Berdasarkan penelitian Albert Bandura, teori ini menjelaskan bahwa khalayak meniru apa yang mereka lihat di televisi, melalui suatu proses observation learning (pembelajaran hasil pengamatan). Klapper menganggap bahwa "ganjaran" dari karakter tv diterima khalayak sebagai perilaku antisosial, termasuk menjadi toleran terhadap perilaku apapun. 
  • Contoh : seseorang yang meniru segala perilaku yang berada di dalam televisi dan diterapkan di kehidupannya sehari - hari
Melalui teori ini, pesan - pesan pembangunan dapat diaplikasikan dalam benak khalayak sehingga menimbulkan efek kognitif dan perilaku mereka sebagai suatu yang harus diterima.



DAFTAR PUSTAKA :

Buku komunikasi pembangunan (pendekatan terpadu), Sumadi Dilla
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_pertukaran_sosial
http://muktikomunikasi.blogspot.com/2014/03/teori-pertukaran-sosial.html
http://www.academia.edu/5912162/Teori_Belajar_Sosial
http://www.academia.edu/5912162/Teori_Belajar_Sosial

VANIA MONICA
201341108
KELAS A